Europa Super League (ESL) & Bisnis Cuan Dunia Sepak Bola

Ikhwan Saputra (Presiden IMEPI periode 2018-2020) | 21/4/2021 

Babak baru dunia sepak bola akan hadir di depan mata seluruh penggemar bola di seluruh Dunia.
Hal ini selaras dalam agenda Akbar yang tengah diusung oleh beberapa club’ club’ besar dunia dengan Presiden Real Madrid Florentino Perez sebagai Nahkoda utama.

 

Ya betul, Kompetisi Akbar Europa Super League kembali mengemuka ke laman media media olahraga Internasional.
Hal ini menyusul beberapa pemberitaan yang menyebutkan bahwa kompetisi ESL tersebut tidak lama lagi akan digulirkan pada musim perdana 2023-2024.

 

Seperti yang di ketahui bersama Europa Super League adalah kompetisi sepak bola Eropa menggunakan format liga tanpa degradasi, dengan club’ partisipan yang berasal dari beberapa top liga di Eropa, diantaranya Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, Manchester United,Tottenham Hotspur, Liverpool, Arsenal, Chelsea, Manchester City, Inter Milan, AC Milan dan Juventus serta akan diperkirakan beberapa club’ lagi akan menyusul ke dalam kompetisi ESL tersebut.

Kompetisi inipun di gadang gadang akan memiliki market pasar terbesar di Eropa bahkan dunia.

 

Gagasan Awal Pembentukan Kompetisi ESL

Rencana pembentukan European Super League sebenarnya telah ada sejak tahun 1990-an, namun belum pernah terealisasi hingga saat ini.Hingga wacana itupun kembali mengemuka saat pandemi Covid-19.
Dialah Florentino Perez Presiden Club’ Real Madrid yang getol menyuarakan pembentukan kompetisi tersebut bahkan sejak tahun 2009 silam. Beberapa alasan dibalik pembentukan kompetisi tersebut ialah ambisi besar Klub Pendiri Super League ingin meningkatkan kualitas dan intensitas kompetisi Eropa yang ada sepanjang musim, dan menciptakan format untuk klub dan pemain top guna bersaing secara teratur.

 

Dalam beberapa bulan terakhir, diskusi telah dilakukan dengan para pemangku kepentingan sepak bola mengenai format kompetisi Eropa di masa depan. Turnamen tahunan yang baru ini diyakini dapat memberikan pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih besar dan dukungan untuk sepak bola Eropa.

 

Selain itu, kompetisi akan dibangun di atas fondasi keuangan yang berkelanjutan dengan semua Klub Pendiri transparan dalam keuangan mereka (Florentino Perez, Presiden ESL).Berbagai analisa juga muncul dibalik alasan terbentuknya kompetisi ESL tersebut, diantaranya faktor Bisnis, Pandemi Covid-19, dan kekecewaan terhadap UEFA.

 

Mendapat Kecaman Dari FIFA,UEFA, Federasi Sepak Bola asal club’ partisipant, hingga penikmat Sepak Bola

Rencana besar itupun, mendapat Kecaman dari beberapa pihak utamanya FIFA dan UEFA yang mengeluarkan surat berisi sanksi kepada club’ club’ yang terlibat dalam ESL, sanksi tersebut berupa sanksi pengeluaran club’ bersangkutan dari seluruh kompetisi resmi Liga domestik, Europa, hingga sanksi kepada pemain yang akan dilarang memperkuat negaranya dalam kompetisi FIFA dan UEFA.

 

Beberapa penikmat sepak bola duniapun mengeluarkan komentarnya:

Hansi Flick (Pelatih Munchen)
“Saya sama sekali tidak berpikir kalau Super League lebih bagus dari Liga Champions.”

 

Luis Figo “Langkah serakah dan kejam ini dapat menimbulkan bencana di masa depan, bahkan ini jauh dari kata Super. Ini lebih rendah.”

 

Mesut Ozil “Beberapa anak tumbuh besar dan bermimpi untuk memenangkan Liga Champions bukan super league. Pertandingan besar normalnya dinikmati 1 atau 2 tahun sekali, bukan seminggu sekali.”

 

Boris Johnson (Perdana menteri Inggris) “Saya akan mencegah adanya Liga Super Eropa.”

 

Pinto da Costa (Presiden Porto)
“Kami tidak dapat bergabung apapun yang melanggar aturan. Kami ingin di Liga Champions dan berharap bisa bertahan bertahun tahun.”

 

Bisnis CUAN dibalik Kompetisi ESL

 

Tidak bisa dipungkiri bahwa Sepak Bola di masa modern saat ini bukan hanya sekedar olahraga belaka, melainkan telah menjadi hiburan dan bisnis.

 

Selaras dengan hal tersebut, salah satu alasan utama terbentuknya kompetisi ESL ialah, untuk memperkuat kembali finansial club’ club’ besar Eropa yang mengalami fase sulit dampak dari Pandemi Covid-19.
Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden ESL Florentino Perez yang menyampaikan bahwa kompetisi ESL dapat berpotensi besar memperkuat kembali finansial keuangan dengan market pasar yang begitu besar.

 

Sementara itu salah satu Bank Besar Amerika Bank Jp Morgan dilaporkan siap mengeluarkan dana investasi sebesar €6 Miliar (87 Triliun) untuk merealisasikan komptetisi tersebut di musim 2023/2024.
Angka yang fantastis, belum lagi jika ditambah dengan berbagai sponsor yang akan masuk. Sementara itu jika melirik nominal hadiah yang akan didapat club’ pemenang kompetisi ESL mencapai €400 Juta, Angka ini jauh lebih besar dibanding hadiah club’ pemenang kompetisi UEFA saat ini yakni UCL yang hanya di kisaran €120 Juta.

 

Dilain sisi pangsa pasar kompetisi ESL juga diprediksi akan menjadi pangsa pasar sepak bola terbesar di dunia, mengingat 12 club’ partisipant ESL adalah club’ top dunia dengan basis fans mencapai miliaran di seluruh dunia.
Angka fantastis ini yang menjadi alasan banyak kalangan memprediksi bahwa kompetisi ESL akan berjalan mulus sesuai dengan rencana, yakni menciptakan arus ekonomi sepak bola yang baru, modern, dan transparan.
Hal inipun akan mendorong poros Ekonomi baru dalam dunia sepak bola di masa mendatang.