Hadiri Rakorwil IMEPI JABAGTIM di UTM, Presiden IMEPI turut mengisi Economic Talk Show dengan Tema Ekonomi Kreatif

Madura-Maret-2021

Rapat Koordinasi Wilayah IMEPI JABAGTIM, yang digelar di Universitas Trunojoyo Madura tersebut turut pula dihadiri oleh jajaran Pengurus Nasional termasuk diantaranya Presiden IMEPI Ikhwa Saputra.

 

Agenda Rakorwil IMEPI JABAGTIM selain melaksanakan forum persidangan dan sarasehan Pengurus Nasional bersama Pengurus Wilayah IMEPI JABAGTIM dan Tuan rumah UTM, juga dilaksanakan agenda Economic Talk Show yang mengangkat Tema Ekonomi Kreatif di Jawa Bagian Timur.

 

Dalam penyampaian materinya, Ikhwan Saputra menyampaikan terkait potensi besar Ekonomi Kreatif di wilayah Jawa Bagian Timur.
Seperti yang kita ketahui Jawa Bagian Timur yang meliputi Bali dan NTB adalah provinsi dengan saah satu pusat Pariwisata terbesar di Indonesia.

 

Maka perlu berbagai terobosan-terobosan besar dihadirkan dalam mendorong Ekonomi Kreatif dapat tetap tumbuh terlebih lagi di Masa Pandemi.

 

Tentunya Ekonomi kreatif yang berbasis pada, kearifan lokal dan berbasis budaya Masyarakat setempat.
Kita bisa melihat contoh nyata di Tana Toraja Provinsi Sulawesi-Selatan yang mendorong pariwisata maju tanpa merusak tatanan adat dan Budaya masyarakat setempat dan tanpa merusak struktur Alam di Toraja.

 

Bisa kita lihat dengan dilestarikannya budaya yang melegenda Rambu Solo (Upacara Pemakaman) yang setiap tahunnya mengundang wisatawan Lokal dan Mancanegara, hingga wisata religi berupa makam tebing hingga yang sekarang patung Yesus yang menjadi maskot daerah tersebut.

 

Hal tersebut yang kemudian mendorong UMKM UMKM Lokal mulai berkembang pesat, pusat ole-ole khas Toraja mulai merambah dimana-mana, bahkan suda berhasil menembus pasar di Kota Makassar bahkan Nasional seperti Kopi Toraja.

 

Seperti yang diketahui bersama, bahwa potensi Ekonomi Kreatif di Indonesia sangatlah besar, dengan Indonesia dengan salah satu negara area terluas, membentang pulau-pulau, garis pantai terpanjang, hingga suku dan ras yang multikultur.

 

Hal tersebut menjadi potensi besar di setiap daerah, mengingat masing-masing daerah di Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan Ekonomi Kreatif.